Oleh:
Devina Putri Septiani 231010504595
Nabilla Salsa Abbiyati 231010504926
Nita Indriani 231010504462
Salsanabilah Rahmawati 231010504159
Sefina Maharani 231010503906
Mahasiswa Universitas Pamulang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Prodi Manajemen Program Sarjana.
Tren MBG yang Lagi Ramai Diomongin
Akhir-akhir ini program MBG (Makan Bergizi Gratis) lagi rame banget diomongin dimana-mana. Banyak orang juga yang suka sama program ini karena dianggap bisa bantu masyarakat buat dapatin makanan yang lebih layak dan bergizi buat dikonsumsi. Karena program ini lagi viral juga dampaknya mulai kerasa sama banyak hal kaya misalnya ekonomi. Kalau di ekonomi ada yang namanya permintaan dan penawaran. Simpelnya, permintaan itu barang yang pengen dibeli orang sedangkan penawaran itu barang yang dijual atau disediain pedagang dan produsen. Nah sejak program MBG jalan, kebutuhan makanan jadi makin banyak jadi bahan pangan juga ikut banyak dicari.
Bahan Pangan Jadi Banyak Dicari
Karena program ini butuh banyak makanan dalam jumlah besar otomatis bahan kayak beras, telur, ayam, sayur, susu dan buah jadi lebih sering dibeli. Apalagi kalau programnya dijalanin di banyak tempat sekaligus pastinya kebutuhan bahan makanan juga makin gede. Misalnya gini, kan biasanya pedagang telur jual dalam jumlah biasa aja tiap harinya. Tapi karena banyak yang beli buat kebutuhan MBG, jadi telur diborong dalam jumlah yang banyak. Akibatnya stok di pasar jadi lebih cepet habis terus harga juga lama-lama ikut naik.
Produsen Mau Nggak Mau Harus Nambah Produksi
Karena permintaan makin tinggi jadi petani, peternak dan distributor juga harus siap nambah pasokan barang. Mereka harus diproduksi lebih banyak supaya kebutuhan pasar tetap aman. Cuman masalahnya nambah produksi itu kan nggak bisa langsung instan. Peternak butuh waktu buat nambah jumlah ayam atau telur, petani juga harus nunggu masa panen. Jadi seringnya permintaan naik lebih cepat dibanding stok yang tersedia. Makanya pas harga naik produsen biasanya jadi makin semangat produksi karena keuntungan yang didapat juga lebih besar.
Dampak Buat Masyarakat dan Pelaku Usaha
Sebenarnya tren program MBG ini nggak selalu berdampak buruk. Banyak juga petani dan peternak malah jadi lebih untung karena barang dagangan mereka lebih banyak dicari. Pedagang pasar juga bisa jualan lebih cepat dibanding biasanya. Tapi kalau stok barang nggak dijaga dengan baik, masyarakat bisa kesulitan bahan makanan dengan harga normal. Karena itu pemerintah dan juga produsen harus kerja sama buat jaga pasokan supaya barang itu tetap ada dan harga nggak naik terlalu tinggi.
Selain
stok, distribusi juga penting. Soalnya percuma kalau produksi banyak kalau
barangnya telat sampai ke pasar. Kalau distribusinya lancar, stok tetap aman
dan harga juga lebih stabil. Jadi intinya bukan cuman soal produksi banyak tapi
juga gimana caranya barang bisa sampai ke masyarakat dengan lancar.
Sumber:
Sukirno, S. (2016). Mikroekonomi Teori Pengantar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Mankiw, N. Gregory. (2018). Principles of Economics. Boston: Cengage Learning.
Rahardja, P., & Manurung, M. (2019). Teori Ekonomi Mikro. Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Boediono. (2017). Ekonomi Mikro. Yogyakarta: BPFE.
Mankiw, N. Gregory. Pengantar Ekonomi Mikro. Jakarta: Salemba Empat, 2018
Sukirno, Sadono. Mikroekonomi Teori Pengantar. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2016.
Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia. Program Makan Bergizi Gratis (MBG), 2025.
Kompas.com.
“Siapa Pelaksana Program Makan Bergizi Gratis?”, 13 Februari 2025.