LOGIN
Pengantar Perilaku Organisasi: Dampak Work From Home (Wfh) Dan Hybrid Work Dalam Perilaku Organisasi)
06 June 2026 13:40 WIB 18 Views

Pengantar Perilaku Organisasi: Dampak Work From Home (Wfh) Dan Hybrid Work Dalam Perilaku Organisasi)


Oleh:

Achmad Rizayadi                (251010502893)
Athailla Nabila Septriasya (251010503774)
Doni Dewantara                  (251010501747)
Siti Sifa Nurrohmah            (251010501743)
Zahra Nur Faizah                 (251010501776)

Mahasiswa Universitas Pamulang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Prodi Manajemen Program Sarjana.

Pengertian Work From Home (WFH)

Work From Home adalah salah satu sistem kerja yang dilakukan di rumah dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi yang dinilai sangat fleksibel. WFH bertujuan untuk memberikan fleksibilitas kepada karyawan. Kelebihan pada WFH yaitu adanya jam kerja yang fleksibel, menghemat waktu dan biaya, memberikan kenyamanan kerja, meningkatkan produktivitas dan kinerja karena minim dari gangguan kantor, serta mengurangi adanya penyebaran penyakit karena kurangnya interaksi langsung yang menyebabkan risiko penularan lebih sedikit. Kekurangan pada WFH menyebabkan minimnya komunikasi sehingga sering terjadinya miskomunikasi, WFH juga sangat bergantung pada kebutuhan jaringan internet yang tidak selalu stabil, serta Risiko adanya penurunan disiplin kerja.

Pengertian Hybrid Work

Hybrid Work Adalah salah satu sistem kerja campuran yaitu sistem kerja yang mengombinasikan antara kerja WFO (Work From Office) dan WFH (Work From Home) yang dinilai juga sangat fleksibel, tujuan adanya Hybrid Work adalah untuk meningkatkan fleksibilitas, produktivitas, keseimbangan antara komunikasi dan kolaborasi antar tim, serta meminimalisir biaya operasional kantor dan juga biaya transportasi. Hybrid Work memiliki kekurangan seperti pembagian jadwal kerja yang tidak merata serta tidak semua pekerja paham dengan teknologi komunikasi daan informasi.

Pengertian Perilaku Organisasi
Perilaku organisasi adalah studi yang mempelajari cara berperilaku dalam suatu organisasi. Beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku organisasi antara lain:
1. Faktor Individu. Faktor yang datang dari karakter, sifat, dan cara berpikir individu yang berbeda yang
    dapat memengaruhi perilaku di dalam sebuah organisasi.
2. Faktor Kelompok. Faktor yang datang dari interaksi antar anggota tim berupa kepemimpinan dan
    komunikasi yang dapat memengaruhi perilaku di dalam sebuah organisasi
3. Faktor Organisasi. Faktor yang datang dari lingkungan Perusahaan berupa budaya kerja, struktur
    organisasi, dan sistem kompensasi yang memengaruhi perilaku di dalam sebuah organisasi.

Dampak Work From Home (WFH) Terhadap Perilaku Organisasi

Work From Home (WFH) memberikan bebrapa dampak terhadap perilaku organisasi antara lain:
1. Pengaruh Terhadap Komunikasi. Walaupun media digital membuat interaksi menjadi terstruktur, namun WFH memberikan banyak pengaruh terhadap  komunikasi karyawan dalam sebuah organisasi karena karyawan kurang berinteraksi secara langsung yang berpotensi menimbulkan miskomunikasi karena tidak ada gestur tubuh dan ekspresi wajah.
2. Pengaruh Terhadap Produktivitas. WFH memberikan dampak positif dan juga negatif dalam produktivitas. Dalam sisi positif WFH dapat meningkatkan produktivitas kerja yang bersifat individu dan butuhnya konsentrasi tinggi karena minimnya gangguan kantor. Dalam sisi negatifnya WFH juga dapat menurunkan produktivitas kerja karena tidak semua orang punya ruang yang cukup untuk bekerja dan terdistraksi oleh lingkungan rumah (tangisan bayi, suara bising dari tetangga).
3. Pengaruh Terhadap Kedisiplinan Dan Tanggung Jawab. Dalam sisi positifnya WFH bisa meningkatkan rasa tanggung jawab karena Perusahaan memberikan kepercayaan penuh atas tugas-tugas yang diberikaN tanpa pengawasan,hal ini membuat karyawan merasa dihargai dan menjadi termotivasi untuk menyelesaikan tugas walaupun tidak berada di kantor. Dalam sisi negatifnya WFH juga bisa menurunkan disiplin kerja karena kurangnya pengawasan fisik. Banyak orang yang tidak bersikap professional seperti menunda pekerjaan dan dan mementingkan hal-hal pribadi.

Dampak Hybrida Work Terhadap Perilaku Organisasi

Beberapa dampak hybrida work terhadap perilaku organisasi:
1. Fleksibilitas. Dengan adanya sistem hybrida work,ini memberikan fleksibilitas yang kuat terhadap pekerjaan di dalam organisasi dibandingkan dengan sistem WFH,karena karyawan bisa memilih di kantor apabila membutuhkan komunikasi dan meeting secara langsung dan bisa memilih dirumah apabila membutuhkan konsentrasi yang tinggi terhadap penyelesaian pekerjaannya. Hybrida work juga memberikan fleksibilitas terhadap keseimbangan antara kebutuhan sosial dan kebutuhan pekerjaan,jadi karyawan memiliki rasa kepuasan terhadap pekerjaannya karena kebutuhan pribadi dan profesional nya seimbang.
2. Adanya perubahan budaya organisasi. Adanya sistem Hybrida work merubah budaya di dalam organisasi secara adaptif dan berorientasi. Perusahaan tidak membutuhkan karyawan secara langsung melainkaN membutuhkan hasil akan tugas tugasnya. Hal ini membuat budaya lebih terbuka dengan memberikaN rasa saling percaya antar karyawan satu dengan karyawan lainnya. Namun perusahaan harus tetap menjaga budaya kerja,karena karyawan yang jarang berinteraksi pasti merasa tidak adanya lagi kebersamaan. Perusahaan harus tetap membuat pelaksanaan meeting atau sistem mengerjakan tugas lainnya secara offline maupun online.
3. Perubahan dalam kerja sama tim. Dengan adanya sistem hybrida work membuat perubahan yang signifikan terhadap kerjasama dengan team. Perusahaan harus menjaga koordinasi dan membuat jadwal dengan rapih agar tidak adanya miskomunikasi karena perbedaan tempat kerja.
4. Perubahan terhadap kepuasan kerja. Adanya sistem hybrida work membuat karyawan memiliki rasa kepuasan terhadap pekerjaannya karena bisa me manage disaat karyawan membutuhkan fokus yang tinggi ia bisa menyelesaikan tugas di rumah dan jika ia membutuhkan komunikasi dan meeting secara langsung ia bisa menyelesaikan tugasnya di kantor.

Tantangan penerapan wfh dan hybrid work terhadap perilaku organisasi

Adanya sistem WFH dan Hybrid work sangat memberikan fleksibilitas dalam menjalankan pekerjaannya. Namun keduanya tetap menimbulkan adanya sebuah tantangan yang sapat mempengaruhi perilaku organisasi terdapat beberapa hambatan utama yang sering terjadi.

KOMODITAS itu terbuat dari Rasa Malu, Kemarahan, Hiburan, bahkan Penderitaan

YANG TERBAIK PERGI LEBIH AWAL 

1. Adanya miskomunikasi. Adanya sistem WFH dan Hybrid work menimbulkan kurangnya interaksi antar pegawai yang menyebabkan komunikasi. Kurang efektif terlebih jika adanya tugas kantor yang membutuhkan interaksi secara langsung (meeting). Akibatnya munculah miskomunikasi antar karyawan.
2. Kurangnya pengawasan kerja. Adanya sistem WFH menyebabkan para atasan tidak bisa mengawasi karyawan secara langsung. Hal ini dapat menyebabkan turunnya kedisplinan terlebih pada karyawan yang kurang memiliki self-management.
3. Adanya adaptasi terhadap teknologi. Dengan di terapkannya sistem WFH dan Hybrid work karyawan harus memili kemampuan lebih terhadap teknologi. Namun nyatanya tidak semua karyawan belum menguasai sepenuhnya mengenai teknologi. Ada kalanya koneksi internet yang digunakan tidak stabil. Hal inibisa membuat pekerjaan terhambat dan muncul rasa frustrasi terutama pada karyawan belum belum menguasai secara penuh mengenai teknologi.
4. Keseimbangan antara kehidupan dan pekerjaan. Etika karyawan bekerja dirumah batas antara waktukerja dan waktu istirahat tidak efektif. Terutama bagi karyawan yang tidak bisa memenage waktu dengan baik, yang akhirnya dapat menyebabkan kurangnya rasa kepuasan kerja. Maka dari itu perusahaan harus membuat jadwal yang lebih efektif supaya karyawan dapat mengatur waktu kerja dan waktu istirahat dengan baik.

Solusi untuk Meningkatkan Perilaku Organisasi dalam Sistem WFH dan Hybrid Work

pada sistem kerja wfh dan wfo memang memberikan fleksibilitas dalam bekerja namun sistem kerja tersebut menimbulkan beberapa masalah seperti komunikasi yang kurang efektif, pengawasan kerja, budaya kerja yang renggang. Maka dari itu, perusahaan harus memiliki strategi yang tepat untuk menjaga perilaku organisasi tetap positif dan produktif agar perusahaan berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan perusahaan.

1. Penggunaan Teknologi Komunikasi yang Efektif. komunikasi adalah hal yang paling utama pada saat karyawan bekerja saat jarak jauh. perusahaan harus memberikan menyediakan platform komunikasi yang dapat diakses oleh karyawan seperti Slack, Microsoft Teams atau zoom untuk memudahkan karyawan dalam berdiskusi harian, meeting dan koordinasi kerjaan.
2. Peningkatan budaya kerja berbasis kepercayaan. Dalam sistem wfh dan hybrid, manajer di tuntut oleh pemimpin perusahaan utnuk memberikan pengawasan dari pengawasan fisik ke pengawasan hasil kerja karyawan (output-based). Maka dari itu, harus mengutamakan kepercayan, tanggung jawab dan keterbukaan antar anggota organisasi. Maka, karyawan yang merasa dapat dipercaya oleh perusahaan akan cenderung lebih disiplin, bertanggung jawab dan memiliki loyalitas yang tinggi bagi perusahaan. Pemimpin juga harus memberikan reward pada karyawan seperti apresiasi dan feedback secara rutin agar dapet meningkatkan kinerja karyawan dan menjaga hubungan kerja antar karyawan, bukan hanya saat evaluasi rutin saja.

3. Evaluasi kinerja yang efektif dan teratur. Pada sistem evaluasi kinerja harus disesuaikan dengan pola sistem kerja jarak jauh. Perusahaan menggunakan KPI dan OKR yang jelas dan terukur yang berfokus pada penilaian hasil kerja karyawan bukan pada jam kerja. Perusahaan juga harus melakukan one-on-one meeting (pertemuan secara online) misalnya mingguan atau dua minggu sekali untuk memembahas perkembangan progres, kendala dan kebutuhan dukungan atau solusi yang dibutuhkan karyawan. Dengan begitu, displin dan tanggung jawab karyawan akan tetap terjaga tanpa harus diawasi secara langsung seperti dikantor.
4. Pelatihan dan pengembangan karyawan. Perubahan sistem kerja yang bermula selalu di kantor menjadi sistem WFH dan Hybrid workembuat sebagian karyawan merasa terbebani, terutama bagi karyawan yang belum memahami sepenuhnya mengenai teknologi, dan karyawan yang kurang bisa memenage waktu. Untuk hal itu perusahaan perlu membuat tindakan penyelenggaraan pelatihan dan pengembangan karyawan, supaya karyawan merasa lebih di perhatikan dan di dukung secara penuh oleh perusahaan. Selain itu perusahaan juga harus menjaga hubungan antara karyawan, suapaya karyawan tidak merasa berjarak. Hal ini sangat penting supaya kerja sama tim tetap bejalan.


Referensi

Mustajab, D., Bauw, A., Ratih, A., Solihin, A., & Habib, M. (2020). Work from home: An empirical study of organization behavior during Covid-19 pandemic. Journal of Industrial Engineering & Management Research, 1(2), 16–22.

Purwanto, A., Asbari, M., Fahlevi, M., Mufid, A., Agistiawati, E., Dewanata, P., & Hadi, F. S. (2020). Analisis dampak work from home (WFH) terhadap motivasi kerja dan produktivitas karyawan di era pandemi covid-19. Jurnal Ilmu Pemerintahan Suara Khatulistiwa, 5(2), 121-135.

Scribd. (2020). E-modul WORK FROM HOME. Diambil dari https://www.scribd.com/presentation/460176119/e-modul-WORK-FROM-HOME

Sobirin, A. (2014). Perilaku Organisasi (BMP); Modul 1 / EKMA4158. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka.

Sosial79. (2021). Pengertian hybrid working, karakteristik, kelebihan, kekurangan dan tantangan hybrid working. Diambil dari https://www.sosial79.com/2021/09/Hybrid%20Working.html