LOGIN
Pengantar Perilaku Organisasi: Dinamika Generasi Z Di Dunia Kerja
09 June 2026 11:30 WIB 50 Views

Pengantar Perilaku Organisasi: Dinamika Generasi Z Di Dunia Kerja


Oleh:

Aisyah Oktavia Putri (251010501697)
Corrina Jubidah (251010501719)
Duta Prakoso Hermawan (251010503496)
Muhamad Agung Wibowo (251010503800)

Mahasiswa Universitas Pamulang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Manajamen Program Sarjana

Konsep Dasar Perilaku Organisasi 
Perilaku adalah suatu bidang studi yang menyelidiki dampak perorangan, kelompok, dan struktur pada perilaku dalam organisasi dengan maksud menerapkan pengetahuan semacam itu untuk memperbaiki keefektifan organisasi. Prinsip-prinsip kajian perilaku organisasi diterapkan terutama dalam upaya membuat bisnis atau organisasi usaha dapat beroperasi dengan efektif. Organisasi merupakan suatu perkumpulan orang yang memiliki tujuan bersama untuk memenuhi kebutuhan. Perilaku organisasi merupakan pembelajaran tentang suatu sifat atau karakteristik individu yang tercipta di lingkungan suatu organisasi. Karena manusia berbeda-beda karakteristik, maka perilaku organisasi berguna untuk mengetahui sifat-sifat individu dalam berkinerja suatu organisasi.

Karakteristik Generasi Z Dalam Lingkungan Kerja
Menurut Ginting dalam (Putri, 2024) menyebutkan bahwa Generasi Z, yang umumnya terdiri dari individu yang lahir antara pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an, memiliki karakteristik perilaku kerja yang unik. Kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi menjadi karakteristik utama generasi kontemporer. Berbeda dengan generasi pendahulunya, generasi masa kini tumbuh dalam lingkungan yang didominasi oleh kemajuan teknologi digital, sehingga memfasilitasi pembentukan kompetensi teknologi yang lebih mapan. Teknologi bagi mereka bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan bagian esensial dari kehidupan sehari-hari maupun aktivitas profesional. Kemampuan untuk melakukan berbagai 
tugas secara simultan (multitasking) serta kapasitas adaptasi yang tinggi terhadap inovasi teknologi menjadikan mereka sangat produktif dalam menghadapi dinamika lingkungan kerja yang selalu berubah. (Putri, 2024).

Selanjutnya, Generasi Z menunjukkan kecenderungan yang kuat dalam mengejar signifikansi serta menetapkan tujuan yang terukur dalam konteks karir profesional mereka. Menurut Sari dkk dalam (Putri, 2024) menjelaskan bahwa mereka cenderung lebih suka bekerja pada proyek-proyek yang memiliki dampak positif dan memberikan nilai tambah bagi Masyarakat. Aspek keberlanjutan, tanggung jawab sosial perusahaan, dan pengembangan sumber daya manusia merupakan unsur-unsur esensial yang menjadi pertimbangan penting dalam pemilihan pekerjaan. Fleksibilitas yang berkaitan dengan waktu dan lokasi bekerja juga memiliki tingkat signifikansi yang tinggi bagi Generasi Z, kelompok yang cenderung mengutamakan keseimbangan antara ranah personal dan profesional. Sehubungan dengan kondisi tersebut, para pemimpin organisasi dituntut untuk mengenali dan memahami nilai-nilai yang terkandung demi memaksimalkan potensi dan produktivitas anggota tim Generasi Z. (Putri, 2024).

Gaya Komunikasi Generasi Z
Hampir seluruh aktivitas yang dijalankan oleh Generasi Z memiliki korelasi yang erat dengan domain digital. Perkembangan informasi teknologi membantu mereka dalam menjalankan berbagai tugas secara bersamaan dengan tingkat efisiensi yang lebih tinggi dibandingkan dengan generasi-generasi sebelumnya. Platform media sosial berfungsi sebagai kanal primer yang dimanfaatkan oleh mereka untuk melakukan interaksi sosial, berbagi pengalaman hidup, serta konstruksi identitas sosial. (Ramadhani & Khoirunisa, 2025).

WISATA ANTARIKSA

KETIKA ORANG ANEH DIJADIKAN PERTUNJUKAN

EAST INDIA COMPANY: PERUSAHAAN DAGANG YANG MENGUASASI INDIA


Hasil penelitian akademis yang dilakukan oleh Hardani (2020) sebagaimana tercantum dalam (Ramadhani & Khoirunisa, 2025) menunjukkan bahwa pemanfaatan platform media sosial oleh Generasi Z memberikan kemudahan dalam proses pembentukan relasi sosial dan profesional, sekaligus mengakses berbagai informasi secara cepat dan langsung. Di sisi lain, kemajuan teknologi digital memberikan dampak yang besar terhadap sistem kerja dan metode pembelajaran yang mereka terapkan. Generasi Z memiliki kecenderungan memilih pekerjaan dengan sistem kerja yang bersifat elastis, dengan mengoptimalkan berbagai aplikasi pendukung kolaborasi dan platform digital sebagai media penyelesaian tanggung jawab profesional. Generasi tersebut cenderung memilih pekerjaan yang menyediakan ruang untuk mengembangkan kreativitas serta berkesempatan menjalankan aktivitas kerja secara mandiri dan bertanggung jawab. (Ramadhani & Khoirunisa, 2025).

Peran Generasi Z Dalam Dunia Kerja
Salah satu aspek penting dalam pembahasan mengenai Generasi Z adalah keterlibatan mereka dalam mengoptimalkan potensi yang dimiliki di bidang organisasi, khususnya terkait peran yang akan dijalankan pada masa mendatang. Sebagaimana diketahui, Generasi Z saat ini telah mulai terlibat dalam berbagai organisasi dan lembaga usaha, baik yang berskala mikro, kecil, menengah, maupun besar. Kehadiran Generasi Z dalam dunia organisasi menunjukkan adanya kontribusi generasi muda dalam mendukung perkembangan dan keberlangsungan organisasi di berbagai sektor.

Dengan karakteristik yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya, Generasi Z membawa pandangan, pola pikir, serta nilai-nilai yang khas. Karakteristik tersebut pada akhirnya memberikan pengaruh terhadap cara organisasi menjalankan aktivitas dan operasionalnya. Oleh karena itu, terdapat beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan dalam memahami keberadaan dan peran Generasi Z di dalam organisasi. (Prameswari dkk., 2024).

1. Teknologi Sebagai Bagian Dari Kehidupan
Salah satu karakteristik utama Generasi Z adalah kedekatan mereka dengan perkembangan teknologi digital sejak usia dini. Generasi ini tumbuh pada masa ketika internet berkembang secara pesat dengan akses yang semakin luas dan kecepatan yang semakin tinggi. Kemajuan tersebut mendorong penggunaan berbagai teknologi digital, seperti komunikasi daring dan media sosial, yang dapat diakses melalui perangkat smartphone. Oleh karena itu, teknologi telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari Generasi Z, mulai dari awal hingga akhir aktivitas mereka.

2. Kemampuan Komunikasi Digital yang Semakin Berkembang
Perkembangan teknologi digital yang pesat turut mendorong peningkatan kemampuan komunikasi digital pada Generasi Z. Kemampuan tersebut memberikan kontribusi positif bagi organisasi, terutama dalam membangun citra dan memperluas jangkauan organisasi melalui media digital. Oleh sebab itu, organisasi perlu menciptakan lingkungan yang inklusif dan adaptif guna memberikan peluang bagi Generasi Z untuk mengembangkan potensinya, termasuk dalam mengakomodasi nilai-nilai dan karakteristik unik yang mereka miliki.

3. Sikap Kolaboratif dalam Bekerja dan Berorganisasi
Generasi Z dikenal memiliki kemampuan kolaborasi yang tinggi, baik dalam lingkungan kerja maupun organisasi. Mereka cenderung terbuka dalam bekerja sama dan menciptakan berbagai peluang baru melalui interaksi yang produktif. Karakteristik tersebut menjadikan Generasi Z berpotensi memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan organisasi melalui penerapan prinsip kerja kolaboratif. Kemampuan bekerja sama yang dimiliki generasi ini juga menjadi salah satu aset penting yang sulit diukur secara kuantitatif.

4. Fleksibilitas dalam Bekerja dan Berorganisasi
Generasi Z memiliki kecenderungan yang tinggi terhadap penerapan prinsip fleksibilitas, khususnya dalam dunia kerja dan organisasi. Selain itu, mereka juga memiliki kemampuan dalam menjaga keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan. Kemajuan teknologi digital membuat Generasi Z semakin terbiasa melakukan berbagai aktivitas secara daring, termasuk penerapan sistem kerja jarak jauh. Oleh karena itu, organisasi yang mampu menyediakan fleksibilitas kerja dan mendukung keseimbangan kehidupan kerja berpeluang lebih besar untuk menarik minat Generasi Z bergabung dan berkembang di dalam organisasi tersebut.

Sumber:

Afif, F. A., & Suhada, S. (2024). Konsep Dasar Perilaku Organisasi. The International Journal of

Pegon :            Islam   Nusantara       Civilization,     12(01),             75–94. https://doi.org/10.51925/inc.v12i01.110

Prameswari, D., Rahayu, I., Azzahra, F., Winarsih, & Martono, S. (2024). Generasi Z: Kooperatif, Kompetitif, dan Inovatif dalam Dunia Kerja. Penerbit NEM.

Putri, P. K. (2024). Gen Z di dunia kerja: Kepribadian dan Motivasi Jadi Penentu Produktivitas

Kerja. Akademik:       Jurnal Mahasiswa      Ekonomi          &         Bisnis, 4(1),     30–38. https://doi.org/10.37481/jmeb.v4i1.650

Ramadhani, O., & Khoirunisa, K. (2025). Generasi Z dan Teknologi: Gaya Hidup Generasi Z di Era Digital. Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Sosial (Jupendis), 3(1), 323–331. https://doi.org/10.54066/jupendis.v3i1.2916

Sunaryanto, K., & Idrus, O. (2025). Karakteristik Generasi Z Dan Dampak Produktivitas Kerja Pada Dunia Kerja Di Indonesia. Jurnal Sains Dan Teknologi, 7(3), 37–43. https://doi.org/10.55338/saintek.v7i3.3892