Tangerang Selatan: Media sosial kini menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari kehidupan generasi muda, khususnya mahasiswa. Tingginya intensitas penggunaan media sosial membuat platform digital tidak lagi hanya digunakan sebagai sarana hiburan dan komunikasi, tetapi juga membuka peluang baru di bidang ekonomi kreatif dan kewirausahaan digital.
Melihat kondisi tersebut, Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang menyelenggarakan webinar bertema “Dari Scroll Jadi Skill: Ubah Kreativitas Jadi Peluang Wirausaha” pada Rabu, 13 Mei 2026. Kegiatan ini menghadirkan Wakil Ketua I UMKM DPP Gekrafs, Vidyardi Laksmono, M.I.Kom sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Vidyardi menilai mahasiswa perlu lebih adaptif terhadap perkembangan media sosial dan ekonomi kreatif yang terus berkembang dinamis.
“Tentu saya sangat mengapresiasi kegiatan hari ini. Kegiatan ini diharapkan menjadi katalisator agar anak muda lebih melek terhadap dunia ekonomi kreatif. Terlebih lagi kita hidup di zaman yang serba dinamis dan dituntut untuk cepat beradaptasi dengan berbagai situasi,” ujar Vidyardi.
Menurut dia, generasi muda saat ini memiliki peluang besar untuk berkembang melalui platform digital apabila mampu memanfaatkan kreativitas dan teknologi secara tepat.
Pengguna media sosial terus meningkat
Dalam materi webinar dijelaskan bahwa pengguna media sosial di Indonesia pada 2026 diperkirakan mencapai 180 juta pengguna aktif atau setara dengan 62,9 persen dari total populasi. Rata-rata masyarakat Indonesia juga menghabiskan lebih dari delapan jam per minggu untuk mengakses media sosial.Platform seperti Instagram, Facebook, YouTube, hingga TikTok menjadi media yang paling banyak digunakan masyarakat, terutama generasi muda dan mahasiswa.
Selain itu, perkembangan ekonomi digital juga mendorong pelaku UMKM untuk mulai memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran dan pengembangan usaha. Hingga akhir 2024, sekitar 30,18 juta UMKM di Indonesia tercatat telah menggunakan teknologi digital baik melalui marketplace maupun media sosial
Ubah scrolling jadi skill
Melalui webinar ini, mahasiswa diajak mengubah kebiasaan scrolling tanpa arah menjadi aktivitas produktif yang mampu meningkatkan keterampilan digital. Narasumber menjelaskan pentingnya memahami algoritma media sosial, copywriting, storytelling, editing konten, hingga AI prompt engineering sebagai kemampuan yang relevan di era digital.
“Jangan sekadar menikmati konten, tetapi pelajari kenapa konten tersebut bisa viral. Pahami struktur hook, storytelling, dan call to action,” kata Vidyardi.
Mahasiswa juga diperkenalkan dengan berbagai peluang usaha berbasis digital seperti affiliate marketing, digital agency, penjualan produk digital, hingga membangun personal branding melalui konten edukasi.
Dalam sesi diskusi, peserta webinar terlihat aktif mengajukan pertanyaan terkait perkembangan dunia content creator dan ekonomi kreatif. Salah satu peserta, Zahra Aliya, menanyakan mengenai personal branding bagi content creator apakah harus fokus pada satu niche atau dapat memiliki beberapa niche sekaligus.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Vidyardi menjelaskan bahwa content creator sebaiknya memiliki fokus utama agar identitas kontennya lebih mudah dikenali audiens. Namun, eksplorasi beberapa niche tetap memungkinkan selama memiliki keterkaitan dan konsistensi.
Sementara itu, peserta lainnya, Bima Tri menanyakan apakah affiliate marketing termasuk bagian dari ekonomi kreatif.
Menurut Vidyardi, affiliate marketing merupakan bagian dari ekonomi kreatif karena memanfaatkan kreativitas digital dan strategi pemasaran berbasis konten untuk menghasilkan nilai ekonomi dengan modal yang relatif minim.
Media sosial sebagai ruang produktif
Vidyardi menilai media sosial saat ini memiliki peran besar dalam membentuk peluang ekonomi baru bagi generasi muda. Menurut dia, mahasiswa memiliki kesempatan besar untuk berkembang apabila mampu memanfaatkan media sosial sebagai ruang belajar, membangun relasi, hingga mengembangkan usaha kreatif berbasis digital.
Karena itu, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi pengguna media sosial secara pasif, tetapi juga mampu menjadi kreator dan pelaku ekonomi kreatif yang inovatif serta adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.
“Terlebih lagi kita hidup di zaman yang serba dinamis dan dituntut untuk cepat beradaptasi dengan berbagai situasi. Semoga setelah pertemuan hari ini teman-teman bisa menjadi pelaku ekonomi kreatif atau yang biasa disebut entrepreneur,” ujar Vidyardi.
Melalui kegiatan ini, Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang berharap mahasiswa dapat lebih bijak memanfaatkan media sosial serta mampu mengubah kreativitas digital menjadi peluang usaha yang produktif dan berkelanjutan.
“Peluang itu selalu ada, dimanapun dan kapanpun. Tinggal tanya sama diri kita, kapan mau mulai?” tutup Vidyardi.